Posts

Sweep Frekuency Respone Analize - SFRA

Image
 Sweef Frekuency Respone Analize SFRA SFRA (Sweep Frequency Response Analysis) adalah suatu perangkat yang dapat menunjukkan indikasi perubahan kondisi trafo dari inti besi atau belitan transformator. Prosedur pengujian SFRA Test antara lain : 1.                     -  Pengujian SFRA pada sisi primer HV (High Voltage) - sisi sekunder LV (Low Voltage) terhubung terbuka (open) berdasarkan strandart DL/T 911-2004 2.                    -  Pengujian pada sisi sekunder LV (Low Voltage) – sisi primer HV (High Voltage) terhubung terbuka (open) berdasarkan standart DL/T 911-2004 3.                    - Pengujian pada sisi primer HV (High Voltage) – sisi sekunder LV (Low Voltage) dihubung singkat (short) menurut standart DL/T 911-2004 Wiring koneksi diagram SFRA Test : 1.       1.  Primer (sekunder = open), Primer 1u-1n (Sekunder open), Primer 1v-1n (Sekunder open), Primer 1w-1n (Sekunder open) 2.       2. Primer (sekunder = short 2u-2v-2w), Primer 1u-1n (Sekunder short 2u-2v-2w),

CONTACT RESISTANCE TEST

Image
  CONTACT RESISTANCE TEST    Contact resistance atau Tahanan kontak adalah suatu pengujian untuk mengetahui nilai resistansi suatu konduktor atau pemutus tegangan di setiap sambungannya. Standart pengujian kontak reisitance mengacu pada IEC 60694 dengan nilai standart <50 micro Ohm atau 120% dari FAT di setiap sambungan.  Biasanya pengujian kontak resistance pada main busbar yang sering dilakukan dilapangan adalah per phase dengan beberapa sambungan sekaligus. Dengan kondisi tersebut maka hasil nilai resistansi dari pengujian akan lebih besar dari standart, dan nilai pengujian yang dipakai adalah < 1 Ohm. Untuk mengitung rugi-rugi daya yang ditimbulkan oleh kontak resistance bisa digunakan rumus : P loss = I2 x R P loss = Rugi-rugi daya I         = Arus pengujian R       = Resistance Contoh : Apabila diketahui resistansi pada sambungan busbar 58 micro Ohm, dengan arus pengujian 100A, maka nilai P loss ? P loss = (100x100) x 58 micro Ohm            = 10.000 x 58 micro Ohm        

Acuan Standart Pengujian Hipot Test

Image
 DIELECTRIC TEST / HIPOT TEST Hipot test adalah pengujian arus bocor dengan tegangan 2-3 kali tegangan nominal pada sebuah isolasi konduktor pada kabel, busbar dan peralatan listrik lainnya. Ada dua jenis Hipot test antara lain Type Hipot AC dan Hipot test DC Hipot test AC biasa diperuntukan untuk test main bus pada panel listrik, sedangkan Hipot test DC digunakan untuk kabel. Standarisasi pengujian Hi-pot DC tersebut mengacu pada : -  IEC-60298, IEC-60694 = Tegangan nominal DC Hi-pot adalah 3xUn (Phase ke Netral) selama 10 menit per phase dan di catat kebocoran arusnya setiap menit. Dan untuk Hi-pot AC ditentukan juga standarisasi pengujian, antara lain :   - IEC 60694 dan IEC 60060 = Untuk tegangan menengah pada Switchgear dan nilai pengujian sesuai tabel dibawah ini : Kesimpulan: Apabila pada pengujian tersebut nilai arus bocor tidak lebih dari 5 mA maka dapat di pastikan tahanan isolasi objek tersebut baik dan aman di bebani.

COMPANY PROFILE

Image
 

Modifikasi ATS 3 INCOMING ( Inc PLN, Inc GEN1, Inc GEN2 )

Image
  SHARING PENGALAMAN ATS CUBICLE 20 KV  3 INCOMING dengan 3 OUTGOING Video diatas adalah salah satu pengalaman project kami di One Batam Mall yaitu pemasangan modul ATS Talus T200 Schneider dengan di aplikasikan di cubicle DM1A type motorize , modifikasi ini bertujuan agar 3 incoming cubicle tersebut bisa bekerja secara automatis apabila sumber tegangan dari PLN padam, jadi system nya adalah sebagai berikut : 1. Saat kondisi cubicle incoming PLN Off/padam maka akan automatis memerintahkan cubicle Incoming PLN open dan  3 Outgoing cubicle 20 kv Auto Open, lalu memerintahkan  Genset untuk start secara Auto dan syncrone di sisi LV (400 v) lalu tegangan dari Genset akan di Step Up dengan Trafo 400 v ke 20 kv kenapa outgoing cubicle 20 kv auto open ? tujuannya adalah apabila saat Genset mensupply power ke beban tidak terjadi inrust current. Setelah Genset sudah dalam kondisi power siap, maka 3 outgoing cubicle 20 kv tersebut dengan bergantian akan Close secara  Automatis dengan interval wak

Modul IOT ( Internet Of Thing ) - ON/OFF CB Jarak Jauh

Image
  CONTROL ON/OFF dan MONITORING POWER METER DIGITAL Seperti yang rekan-rekan lihat di video di atas adalah simulasi control ON/OFF dari smartphone atau PC yang terubung dengan koneksi internet, sehingga kita bisa mengcontrol dimanapun dan kapanpun. Modul ini saya namakan control modul IOT dengan fitur ini rekan-rekan selain untuk control jarak jauh juga berfungsi untuk memonitoring parameter tegangan, arus, frekuensi, kwh meter, apapun yang ada di power meter digital.  Di modul ini juga sudah lengkap dengan pengaman semisal sebelum masuk ke aplikasi nya rekan-rekan diminta login terlebih dahulu dengan memasukkan email dan password, sehingga tidak semua pihak yang bisa mengakses aplikasi ini. Aplikasi ini juga support dengan PC dan terdapat fitur mirip dengan scada system, antara lain terdapat DATA LOGGER, EVENT, METERING seperti gambar di bawah ini : Jika rekan-rekan membutuhkan jasa kami bisa klik WhatsApp tombol disamping, terima kasih dan salam POWER. Tag : #BlynkIOT , #Controljarak

SCADA system ( Jasa pemograman )

Image
SCADA ( Supervisory Control And Data Acquisition ) Apakah anda masih ragu atau masih belum yakin fungsi penting nya SCADA ? Masih banyak sebagian orang masih ragu mengaplikasikan system scada di instalasi kelistrikan nya, bahwasanya fungsi dari system scada tidak hanya untuk memonitoring suatu proses produksi tetapi yang paling penting adalah anilysis data dan pecegahan dini jika terdapat indikasi perangkat kelistrikan atau dalam proses produksi anda terdapat kejanggalan , sehingga sebagai operator atau engineer bisa menarik kesimpulan dan mengambil keputusan dengan tepat yang di dasari oleh data history event atau tren yang telah terekam. Bahwa SCADA yang dirancang dengan baik akan dapat menunjukkan kepada operator  semua hal yang perlu diketahui untuk menjalankan suatu proses produksi. Keuntungan lain jika kita menggunakan scada antara lain : 1.      Dapat mengeksekusi dengan cepat jika terjadi indikasi gangguan 2.    Mendapatkan data yang valid yang telah tersimpan di DAT

System Earthing Distribution Network

Image
  Sistem Pembumian (System Earthing) - Pada sistem tiga fasa tegangan menengah atau tegangan rendah terdapat tiga tegangan satu fasa yang diukur antara masing-masing fasa pada titik yang sama yang disebut titik netral atau “titik netral”. Dalam keadaan seimbang, setiap fasa akan bergeser sebesar 120° dengan nilai tegangan per fasa sebesar U/3. Titik netral merupakan titik pertemuan (node) dari ketiga belitan. Node yang menghubungkan salah satu ujung setiap belitan terletak di peralatan, dan di beberapa peralatan disediakan terminal titik netral sehingga dapat digunakan sebagai bagian dari jaringan distribusi. Pada beberapa peralatan lain tidak disediakan terminal titik netral sehingga titik netral peralatan tersebut benar-benar terisolasi (terisolasi) karena tidak dapat diakses. Karena ada peralatan yang titik netralnya bisa diakses dan ada yang tidak, maka titik netralnya ada yang ditanahkan dan ada yang tidak. Dan karena itu, sistem pentanahan suatu peralatan atau jaringan mengacu pa

Transformer air circulation

Image
  Pernapasan Trafo - Ketika trafo terendam minyak (menggunakan minyak isolasi) dimuat, suhu minyak isolasi di trafo akan naik. Semakin besar beban pada trafo, maka semakin tinggi pula kenaikan temperatur dari minyak isolasi. Dengan panasnya minyak isolasi, terjadi pemuaian sehingga volume minyak isolasi bertambah. Dengan bertambahnya volume minyak isolasi, baik karena kondisi beban maupun suhu lingkungan, maka udara dalam konservator di atas permukaan minyak isolasi akan terdorong sehingga mengalir keluar dari trafo melalui pipa. Begitu juga sebaliknya pada saat temperatur minyak isolasi turun, sehingga volume minyak isolasi berkurang maka udara kembali ke konservator trafo. Proses masuk dan keluarnya udara ke dalam konservator trafo disebut dengan trafo breather atau pernafasan udara trafo. Dikarenakan udara yang masuk ke trafo akibat proses pernafasan yang berasal dari udara luar yang mungkin mengandung air (udara lembab), maka kemungkinan terjadi pencampuran air dengan minyak isolat

WHAT IS PROTECTION LOCKOUT RELAY - 86

Image
Sesuai dengan namanya, relay ini ketika aktif akan mengunci seluruh rangkaian instalasi. Yang berarti seluruh rangkaian instalasi tidak dapat dinormalisasi kecuali relai ini direset. Karena fungsinya tersebut, relai ini memiliki dua jenis kumparan, untuk mengaktifkan relai dan mereset relai. Relay ini tidak auto reset alias harus dilakukan secara manual. Kontak keluaran relay ini biasanya digunakan untuk menginstruksikan CB utama agar trip (mati), sehingga disebut juga Relay Master Trip dan kode ANSI nya adalah 86. Biasanya dilengkapi dengan indikator untuk menunjukkan relay ini aktif, semacam semarphore atau bendera. Sedangkan untuk memicu relai ini menjadi aktif atau sebagai input, semua proteksi yang digunakan dalam instalasi dihubungkan secara paralel. Sehingga ketika terjadi gangguan dan salah satu proteksi bekerja maka akan mengaktifkan Relay Lock Out ini. Ketika status telah kembali normal, dan proteksi yang sebelumnya aktif telah kembali ke status normal, sistem tidak dapat dio

PROTECTION OVER CURRENT - 50/51

Image
  Arus Lebih - Arus lebih adalah arus yang mengalir pada suatu rangkaian yang melebihi arus normal ketika beban penuh mengalir pada rangkaian motor. Arus lebih itu sendiri dapat terjadi karena beban lebih (overload) dan hubung singkat (short circuit) yang terjadi pada rangkaian. Pada suatu rangkaian listrik untuk sebuah motor, arus lebih yang terjadi adalah arus yang mengalir ke dalam rangkaian yang besarnya melebihi arus normal motor pada saat motor dalam keadaan dibebani penuh atau lebih dikenal dengan Full Load Amps (FLA). Arus hubung singkat (short circuit current) adalah arus lebih yang sangat besar, melebihi arus beban penuh normal yang mengalir dalam suatu rangkaian motor. Arus ini akan menemukan jalur terpendek di sekitar jalur distribusi dan di sekitar beban untuk kembali ke sumbernya. Baik arus beban lebih maupun korsleting dapat menyebabkan kerusakan pada motor. Gangguan fasa, beban lebih, dan kondisi rotor terkunci adalah beberapa kejadian yang dapat dicegah dengan mengguna

Function and operation of Reverse Power Relay

Image
  Fungsi dan cara kerja  Reverse Power Relay –  Reverse Power Relay adalah relai untuk mendeteksi arah aliran daya yang biasanya digunakan untuk memonitor daya dari suatu generator yang beroperasi secara paralel dengan generator lain atau paralel dengan jaringan utama (grid). Fungsi dari rele ini adalah untuk mencegah kondisi agar tidak terjadi pembalikan arah aliran daya sehingga mengalir dari bus (jalur utama) ke generator. Kondisi ini muncul karena adanya gangguan pada penggerak utama, seperti turbin atau mesin, dari salah satu generator yang bekerja secara paralel. Penyebab  Reverse Power Kegagalan pada penggerak mula (prime mover) untuk sebuah genset bisa jadi karena kekurangan bahan bakar untuk mesin genset, masalah dengan pengaturan putaran mesin atau kerusakan pada mesin itu sendiri. Ketika penggerak utama generator yang berjalan paralel gagal, kondisi yang dikenal sebagai kondisi motoring dapat muncul. Yaitu suatu kondisi dimana generator menyerap daya dari jalur utama (bus) d

Do you know the difference between Grounding and Earthing ?

Image
  On several occasions I have attended presentations on electricity, quite often I have seen the use of the terms grounding and earthing or earthing and grounding which I feel is not quite right.   According to the term in Indonesian, grounding is probably more about grounding and earthing is earthing. (Please correct if it's wrong, because I'm not a linguist… ed). But to avoid mistakes in the use of terms, I prefer to use the terms Grounding and Earthing, not arrogant British, but rather to clarify the difference. In this post, I will discuss the differences between Grounding and Earthing. Not Earth with Earthing, to avoid confusion. Ok, go ahead............... Grounding and Earthing The main difference that distinguishes between grounding and earthing is that, in grounding, the part that conducts current in an equipment, is connected to the ground while earthing is the part that does not conduct current in an equipment that is connected to the ground. Grounding :

VECTOR GROUP TRANSFORMER

Image
Vektor  Grup   pada Transformator Ketiga belitan pada trafo baik pada sisi tegangan tinggi (HV) maupun tegangan rendah (LV) dapat dihubungkan dengan beberapa cara sehingga membentuk konfigurasi bintang (Y), delta (Δ) atau Zigzag (Z) sehingga walaupun terlihat sama, arah arus bervariasi pada setiap konfigurasi yang terbentuk. Dari gambar di atas, A dan B merupakan deretan bintang yang arahnya berlawanan. Secara rangkaian, kedua gambar di atas terlihat sama-sama bintang, namun karena perbedaan arah masuknya arus, rangkaian A dan B tidak sama persis, sehingga tegangan dan arus antara kedua rangkaian berbeda 180*. Dalam suatu instalasi sistem tenaga listrik, informasi tentang kelompok vektor suatu transformator sangat penting. Apalagi jika akan mengoperasikan beberapa trafo secara paralel dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas, berbagi beban dan untuk meningkatkan keandalan sistem. Konfigurasi yang berbeda pada sisi primer dan sekunder dapat menyebabkan perbedaan fasa antara tegangan p

Tujuan Sistem Proteksi Daya

Image
Tujuan dari Sistem Proteksi Tenaga Listrik adalah untuk mengisolasi zona yang mengalami gangguan pada sistem tenaga listrik dari zona aman sehingga zona aman tersebut tetap dapat berfungsi dan beroperasi tanpa mengalami kerusakan pada saat terjadi gangguan arus. Pemutus arus dapat mengisolasi gangguan yang terjadi pada suatu titik sehingga bagian lain tetap beroperasi. Pemutus sirkuit akan terbuka secara otomatis ketika terjadi gangguan melalui sinyal trip yang dikirim oleh relai proteksi. Relai proteksi bukan untuk mencegah mengalirnya arus gangguan ke suatu sistem distribusi tenaga listrik, tetapi sistem proteksi berfungsi untuk mencegah kontinuitas arus gangguan yang mengalir ke dalam sistem distribusi tenaga listrik dengan cara memutus secara cepat bagian yang mengalami gangguan. Sehingga sangat penting untuk mengetahui karakteristik beban dan parameter kelistrikan sistem distribusi sebelum kita menetapkan parameter proteksi untuk melindungi sistem jika terjadi gangguan. Karakteris

TRANFORMATOR TEST

Image
  Pengujian apa saja yang dilakukan pada transformator daya dalam rangka pengujian transformator daya baru atau yang diperbaiki atau untuk perawatan tahunan. Semua pengujian dilakukan untuk menentukan karakteristik, parameter, dan kinerja transformator. Postingan ini akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan metode yang digunakan selama pengujian, pengukuran, perhitungan dan evaluasi hasil pengujian. Untuk pengujian suatu transformator dapat dikelompokkan menjadi 3 (tiga) kelompok besar pengujian sebagai berikut : 1. Routine Tests, yang terdiri dari:     ➤ Measurement of winding resistance    ➤ Measurement of voltage ratio and check of phase displacement    ➤ Measurement of short-circuit impedance and load loss    ➤ Measurement of no-load loss and current    ➤ Dielectric tests    ➤ Separate source AC withstand voltage test    ➤ Induced AC voltage test    ➤ Partial-discharge measurement    ➤ Tests on-load tap-changers 2. Type Tests, yang terdiri dari :    ➤

CODE ANSI FOR PROTECTION RELAY

Image
  Dalam merancang sistem tenaga listrik, Kode Standar ANSI merupakan indikasi fitur apa saja yang tersedia pada perangkat pelindung. Kode ANSI yang terdapat pada suatu alat proteksi menentukan gangguan apa saja yang dapat dimonitor sehingga melakukan tindakan proteksi pada sistem kelistrikan dan komponennya dari kerusakan saat terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Kode ANSI adalah kode standar yang digunakan untuk mengidentifikasi fitur apa saja yang tersedia pada perangkat proteksi tenaga listrik berbasis mikroprosesor. Berikut ini adalah kode ANSI yang digunakan pada perangkat proteksi berbasis mikroprosesor, sebagai berikut: Kode :  ANSI  50/51 -  Overcurrent Protection Proteksi tiga fasa terhadap beban lebih dan hubung singkat yang terjadi antar fasa. ANSI 50N / 51N atau 50G / 51G  - Earth fault Proteksi gangguan tanah dilakukan berdasarkan pengukuran atau hasil perhitungan arus yang nilainya diperoleh dari: ANSI 50N/51N : perhitungan arus sisa yang diukur melalui sensor arus 3-f

INSULATION RESISTANCE TEST

Image
  Uji Tahanan Isolasi – Seperti pada pembahasan sebelumnya mengenai hambatan isolasi, kali ini kita mencoba membahas penerapannya pada peralatan listrik. Uji Tahanan Isolasi dilakukan untuk mengetahui kondisi isolasi suatu peralatan listrik demi keselamatan pengoperasian. Sebaiknya pengujian dilakukan secara berkala (berkala) sehingga dapat diperoleh grafik kondisi penahanan isolasi peralatan dari waktu ke waktu sehingga tingkat kerusakan dapat terlihat dan dapat mencegah kerusakan peralatan secara mendadak. Dari hasil pengujian tahanan isolasi didapatkan nilai penurunan , biasanya ditemukan kasus antara lain : 1. Perubahan bentuk, retak, pecah, dan perubahan warna pada   material merupakan  indikasi penuaan isolasi. 2. Kontaminasi pada permukaan koil dan permukaan sambungan, bisa adanya debu atau hewan yang menempel di permukaan konduktor. 3. Terjadinya abrasi atau hal lain yang disebabkan oleh tekanan mekanis atau  muncul korona. 4. Terjadi stess pada sambungan konduktor sehingga ter